2013-04-24

Ini Strategi Sukses Indonesia AirAsia

Indonesia AirAsia Airbus A320 PK-AZA

(25/4/2013) Kiprah AirAsia di Indonesia melalui anak perusahaannya, Indonesia AirAsia, tergolong sukses dalam bisnis penerbangan di Indonesia. Meskipun mendapatkan tantangan berat dari kompetitor seperti Lion Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah ini masih bisa meraup pendapatan sebesar Rp 5,4 triliun pada tahun lalu. Apa strategi bisnis yang diterapkan Indonesia AirAsia sehingga bisa sukses?

Chief Operating Officer Indonesia AirAsia Ridzki Kramadibrata mengatakan, untuk mengejar pendapatan perseroan, pihaknya terus membuka banyak rute baru dengan menawarkan harga tiket yang terjangkau. Menurutnya, tiket penerbangan murah masih menjadi daya tarik bagi penumpang Indonesia.

Strategi kedua yang diterapkan oleh Indonesia AirAsia adalah selalu memberikan layanan terbaik bagi penumpangnya, baik saat di darat maupun dalam penerbangan. Meskipun Indonesia AirAsia menawarkan tiket penerbangan yang murah, tapi keselamatan atau safety tetap yang utama.

Strategi lainnya adalah dengan meningkatkan On Time Performance (OTP). Ridzki menilai bahwa dengan ketepatan waktu penerbangan yang baik, akan memberikan rasa nyaman kepada penumpang. Jika OTP baik, selain penumpang menjadi nyaman, operasional perusahaan juga efisien, sehingga bisa tetap menawarkan tiket dengan harga murah.

Menanggapi banyaknya kompetitor maskapai penerbangan murah lainnya seperti Lion Air dan Citilink, Ridzki mengatakan hal itu tidak akan membuat Indonesia AirAsia gentar. Malah pihaknya menyambut baik dan merasa tertantang untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi para pelanggannya.